perumahan jaman sekarang ini

Perumahan pada saat ini memiliki bentuk yang beraneka ragam, masing-masing developer mengusung tema atau arsitektur rumah yang berbeda. Ada yang menawarkan gaya arsitektur minimalis, arsitektur modern, arsitektur tropis, dan sebagainya.

Anda mungkin sering dipusingkan dengan tawaran pada saat pameran. Yang satu bilang gaya ini yang sedang tren, satunya bilang gaya ini yang tak lekang di makan jaman.

Tidak menjadi masalah bagi anda yang memiliki dana lebih, sehingga bisa dijadikan sarana investasi, tapi bagaimana dengan anda yang hanya memiliki dana pas-pasan. Membeli rumah hanya sekali seumur hidup sehingga benar-benar sesuai dengan gaya dan karakter yang anda inginkan.

Gaya minimalis, lebih sederhana dan praktis sangat cocok untuk pasangan muda yang menyukai hal-hal yang simpel. Material, fasade bangunan dan perabot dibuat sesuai dengan fungsinya, jarang ditemui ada ornamen bulat atau oval bermain di dalamnya.

Kesan kaku dan dingin sangat mendominasi gaya ini, sehingga anda harus bermain-main warna agar terkesan hangat. Kalau anda suka sesuatu yang praktis mungkin gaya ini bisa menjadi pilihan.

Gaya mediterian, gaya bangunan ini sangat tren di era 90 an dengan ciri lengkung pada dua kolom di teras. Anda pasti sangat familiar dengan gaya ini, masyarakat kebanyakan banyak yang memilih gaya bangunan karena cocok dengan iklim tropis di Indonesia.

Unsur lengkung juga digunakan untuk kanopi jendela maupun balkol. Kolom bangunan seringnya mengadopsi bentuk kolom bangunan Yunani seperti Doric, Ionic dan Corinthian.

Lain lagi dengan gaya arsitektur etnik atau arsitektur lokal yang kental dengan makna, simbol serta pemahaman masyarakatnya yang khas terhadap alam, bahan dan material yang ada di sekitarnya.

Menggunakan kaidah yang memperhatikan keseimbangan dan keselarasan dengan alam. Sebagai contoh, rumah etnik Jawa biasanya menggunakan desain atap dan tiang-tiang penyangga dari kayu jati.

Jika anda menyukai ornamen kayu dan suasana tradisional yang serasa kembali ke masa lalu, gaya arsitektur etnik bisa anda pilih.

Gaya arsitektur klasik, identik dengan gaya bangunan milik bangsawan di Eropa, kental dengan nilai prestise. Baik ornamen bangunan maupun interior menggunakan ragam hias dan ornamen ukir yang bermotif hias mengadopsi motif flora, fauna, geometik, mahkota.

Warna cat biasanya kuning dan kuning oranye, ornamen perabotan dipadukan dengan cat warna emas atau warna tempa. Kurang cocok bila luas bangunan terbatas, karena kesan penuh dan berat akan terasa.

Yang saat ini sedang digemari masyarakat Indonesia, mungkin termasuk anda adalah gaya arsitektur tropis, sebagai jawaban isu green building yang sedang digalakkan pemerintah.

Arsitektur tropis mampu mengakomodir iklim tropis di Indonesia, dimana nilai kenyamanan yang selalu diutamakan. Rumah tropis selalu berpijak pada nilai kenyamanan yang didapat dari keberhasilan pengolahan arsitektural terhadap iklim tropis.

Arsitektur rumah tropis dapat dikatakan nyaman untuk ditinggali apabila rumah tidak lembab, panas sinar matahari tidak langsung masuk ke dalam rumah dan yang tidak kalah penting air hujan tidak tampias ke dalam rumah mengingat curah hujan di daerah tropis sangat tinggi.

Yang perlu diingat ketika anda akan merancang rumah tropis, plafond jangan sampai di bawah 2,5m karena sirkulasi udara menjadi tidak bagus, ventilasi alami dimaksimalkan untuk mewujudkan ventilasi silang, ada teritisan untuk menghindari tampias hujan.

Ciri yang tidak pernah ditinggalkan oleh rumah tropis yaitu penggunaan tanaman baik untuk meredam suara maupun mengurangi intensitas sinar matahari langsung masuk rumah.

Mungkin masih ada gaya arsitektur rumah yang anda rasa belum dibahas disini, misalnya gaya arsitektur eropa. Kita bisa sharing bersama nanti. Semoga bisa menambah wawasan anda dalam memilih rumah impian anda sebelum anda terlanjur membelinya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Posting Komentar